Penulis
Kesit Kusumo

Robot Untuk Terapi Anak Autisme

Sebuah inovasi yang menunjukkan rasa kemanusiaan manusia yang masih tinggi

Robot Untuk Terapi Anak Autisme

Beberapa dari kita pasti pernah menjumpai penyadang autis. Penyakit autis pada dasarnya bukanlah penyakit kejiwaan melainkan sebuah penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada otak, sehingga menyebabkan otak tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal. Oleh karena itu penyandang autis sering kali mengalami masalah dalam belajar, berkomunikasi, hingga berbicara.

Adanya “fenomena” ini tentu saja membuat kita sebagai manusia merasa iba dan prihatin. Namun baru-baru ini rasa “iba” malah ditunjukkan oleh sebuah robot karya LuxAI dari Universitas Luxemberg. Robot yang diberinama QTRobot ini dapat membuat anak autis menjadi lebih nyaman dalam menjalani terapi, melalui fitur wajah LCD lengkap dengan lengan robot. Co-Founder dari Proyek ini Aida Nazarikhorram menyatakan bahwa “Melalui robot ini akan tercipta interaksi segitiga (triangular interaction) antara robot, manusia, dan anak-anak.

Selain itu, robot ini dinilai jauh lebih baik dalam hal menarik perhatian dan meningkatkan pembelajaran anak, jika dibandingkan dengan aplikasi edukasi yang saat ini beredar di tablet atau smartphone, hal ini dikarenakan robot hadir dalam bentuk yang lebih “nyata”.

Lebih lagi robot terapis dari LuxAI ini mudah di progam serta dilengkapi dengan kamera 3D, full prosessor dan dapat bekerja selama berjam-jam. Alhasi robot dapat mengurangi kecemasan pada anak-anak autis, selain itu para peneliti juga menyampaikan bahwa dengan adanya robot ini juga akan tercipa beberapa kondisi perilaku seperti menepukkan telapak tangan.

Baca: "Artifial Stupidity" sebagai Solusi Memanusiawikan Robot

Melalui robot ini jelas saja kedepannya penderita autis akan medapatkan perhatian lebih, para peneliti juga mengatakan bahwa robot ini nantinya tidak akan menjadi fokus terapi melainkan lebih kepada membantu para terapis dalam menjalin hubungan dengan pasien.

Melihat adanya inovasi ini tentu saja membuat kita merasa tenang, pasalnya inovasi ini dapat menjadi tolak ukur bahwa diluar sana rasa kemanusiaan masih sangat tinggi.

Tags: robot terapi, inovasi teknologi, robot terapi autisme

Dipos pada tanggal: 2018-09-02 14:00:38 Kategori: Berita - Lainnya
Tentang Penulis

Seorang pengembang web Indonesia. Saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Universitas Brawijaya.

Kesit Kusumo

Komentar