Penulis
Kesit Kusumo

Bagaimana Cara Mengamankan Kartu Kredit Pada Transaksi Online

Menjaga kartu kredit Anda tetap aman dengan tutorial keamanan berikut ini

Bagaimana Cara Mengamankan Kartu Kredit Pada Transaksi Online

Dalam penggunaan kartu kredit baik pada transaksi online maupun offline perlu adanya pengamanan ekstra. Tujuannya tidak lain adalah menghindari Unauthorized Transaction atau transaksi tanpa sepengetahuan pemilik kartu kredit yang dapat menyebabkan terkurasnya uang.

Tips Umum

  • Lakukan transaksi hanya pada website yang aman. Pada umumnya, website yang aman memiliki karakteristik penggunaan koneksi HTTPS (Secure Hyper Text Transfer Protocol) pada alamat URL website. Sebagai contoh, website Kernel di mana artikel ini dimuat memiliki awalan URL https://kernel.id/.
  • Hindari pengiriman informasi detail kartu kredit melalui email atau media komunikasi lain dengan tujuan/alasan apapun.
  • Selalu perbaharui Antivirus/Antimalware dan web browser pada komputer atau perangkat mobile Anda.
  • Hindari email spam atau phishing website. Phising website adalah website tiruan yang menyerupai website aslinya. Untuk mengetahui website phishing, bisa dicek dari nama domain pada alamat URL di web browser Anda.

Penambahan Lapisan Keamanan Ekstra

Saat ini penyedia layanan kartu kredit, seperti Visa dan MasterCard memberikan opsi tambahan keamanan pada pengguna kartu kredit. Opsi tambahan yang dikeluarkan oleh Visa adalah Verified by Visa, di mana pengguna akan dikirimkan pin atau kode transaksi melalui telepon genggam oleh bank yang akan digunakan dalam transaksi. Sama halnya dengan Visa, MasterCard juga memberikan opsi MasterCard SecureCode yang merupakan kode yang digunakan pada saat transaksi. Kode ini hanya berlaku sekali setiap transaksi dilakukan dan kode akan berubah untuk transaksi lainnya.

Penggunaan Prepaid Card

Prepaid card adalah adalah “semi” kartu kredit dan kartu debit. Perbedaan yang mendasar adalah, pertama, prepaid card tidak terhubung dengan rekening bank, sehingga pengisian dana tidak melalui rekening. Kedua, transaksi dapat dilakukan jika jumlah dana atau saldo pada prepaid card mencukupi. Hal inilah yang membuat prepaid card aman apabila prepaid card terkompromi.

Penggunaan Virtual Credit Card (VCC)

VCC merupakan kartu kredit virtual di mana pengguna dapat mengatur sendiri jumlah dana yang dapat di keluarkan dan waktu kadaluarsa kartu. Berbeda dengan Prepaid Card, VCC sendiri dikeluarkan oleh bank dan VCC terhubung dengan rekening bank. Namun untuk VCC di Indonesia saat ini hanya dikeluarkan oleh beberapa bank yang mendukung saja.

Tags:

Dipos pada tanggal: 2017-12-03 00:30:41 Kategori: Tutorial - Tutorial Keamanan
Tentang Penulis

Seorang pengembang web Indonesia. Saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Universitas Brawijaya.

Kesit Kusumo

Komentar