Penulis
Kesit Kusumo

"Artifial Stupidity" sebagai Solusi Memanusiawikan Robot

Sebuah ajaran hidup untuk teknologi

"Artifial Stupidity" sebagai Solusi Memanusiawikan Robot

Tahun 2018 menjadi tahun maraknya penggunaan teknologi AI (Artificial Intelligence), teknologi yang akrab disebut sebagai kecerdasan buatan ini sudah lazim kita temui di sosial media maupun kehidupan sehari-hari. Tak jarang kehadirannya pun seringkali membuat kita was”, lihat saja bagaimana kecerdasan buatan (AI) perlahan mengambil alih perkerjaan manusia melalui otomatisasi dan kecanggihanya. Sebut saja google self driving yang suatu saat nanti dapat menggantikan profesi supir, atau kecerdasan perawatan kesehatan oleh IBM Watson yang memiliki potensi menggantingkan pekerjaan seorang dokter.

Melihat fenomena ini tentu bersaing dengan mesin merupakan sesuatu yang mustahil, karena faktanya mesin sudah mengungguli manusia dalam banyak aspek. Hal ini dikarenakan manusia memiliki keterbatasan dalam hal komputasional diantaranya memori, pemrosesan, kecepatan berpikir dan komputasi. Berkaitan dengan permasalahan tersebut Michaël Trazzi dan Roman V. Yampolskiy (peneliti dari Sorbonne Universite, Prancis dan Universitas Louisville) percaya bahwa solusi yang tepat adalah dengan membuat "Artificial Stupidity" atau kebodohan buatan.

Konsep ini tentu saja tidak dapat dipandang sebelah mata, para peneliti ini berencana mencampurkan kebodohan buatan "Artificial Stupidity" dengan kecerdasan buatan "Artifial Intelligence". Melalui pembatasan terhadap daya komputasi dan ingatan, kecerdasan buatan dapat dibuat lebih aman, tentu saja harus dilakukan survei terlebih dahulu mengenai batas intelektual manusia setelah itu dibuat rekomendasi mengenai batasan mana yang harus diterapakan untuk membangun kecerdasan buatan yang aman. Selain itu para peneliti juga mengusulkan langkah utama agar kecerdasan buatan tidak berevolusi, yaitu dengan cara memasukkan bias kognitif manusia.

Para peneliti juga mengatakan bahwa kebodohan buatan "Artificial Stupidity" tidak hanya akan melindungi manusia dari ancaman kecerdasan buatan (AI) yang super intelligent, tetapi juga menjadi solusi untuk menciptakan kecerdasan buatan yang lebih manusiawi (mirip manusia).

Tags: artificial stupidity, artificial intelligence, ai, kecerdasan buatan

Dipos pada tanggal: 2018-08-27 17:53:40 Kategori: Berita - Lainnya
Tentang Penulis

Seorang pengembang web Indonesia. Saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Universitas Brawijaya.

Kesit Kusumo

Komentar